Wednesday, May 28, 2014

Susu Almond (Raw Almond Milk)

0 comments
Assalamualaikum wr. wb.

Apa kabar blog? Wah...sudah lama banget ya blog ini tidak aktif, maklum sang pemilik masih masa hibernasi. Masih jauh-jauhan sama oven dan kawan-kawannya.

Kali ini mau bagi-bagi resep yang gampang yaitu susu almond


Bahan:
1 C kacang almond, direndam semalaman
4 C air matang
1/4 sdt vanilla bubuk
Garam secukupnya

Cara Membuat:
1. Blender kacang almond, air, vanilla bubuk dan garam sampai halus.
2. Saring hasil blenderan dan simpan dalam lemari es. Susu almond bisa disimpan sampai 3 hari apabila disimpan di lemari es

Untuk susu almond rasa green tea, bisa ditambahkan 1 sdt matcha bubuk. Begitu pula untuk susu almond rasa coklat, tambahkan carob atau cacao powder ke dalam susu almond.

Susu almond ini banyak sekali manfaatnya. Untuk yang alergi susu sapi juga bisa mengkonsumsi ini sebagai pengganti.



Monday, November 11, 2013

Roti Bluder

0 comments


Roti bluder kali ini agak lain dari yang lain, kenapa begitu? Pertama, rotinya raksasa, aku timbang adonan masing-masing 70gr, adonan roti umumnya ditimbang sebesar 50gr. Kedua, ini pertama kali aku menggunakan otentic dolce, ketiga pada saat proofing adonan aku tinggal dulu selama 1 jam untuk keluar rumah beli makan siang karena kalau lagi bikin roti suka malas masak dan lain-lain, sudah kebayang duluan capeknya dan dapur yang berantakan :) Keempat, aku bikin roti setelah lama bangeeett ga pacaran sama oven dan mikser hehehe

Awalnya sempat takut adonan gagal karena uda di mikser selama 20 menit kok ga kalis-kalis, akhirnya aku ngulenin pakai tangan, tambah tepung sedikit, alhamdulillah lama-lama kalis juga ya walau belum kalis banget habis tenaga sudah habissss... Kenapa nyoba pakai otentic dolce? Karena katanya otentic dolce membantu buat para pemula seperti saya dalam membuat roti, selain itu tidak perlu pakai ragi, susu bubuk, dan bread improver lagi, walaupun selama ini saya tidak pernah pakai sih yang namanya bread improver. Sempat takut pula pada saat pemanggan, karena sudah lama belum pacaran sama si oven, takut feelingnya hilang nanti roti malah gosong.

Yuk daripada bosan dengerin cerita saya ngalor ngidul ga jelas, mending disimak resepnya :)



Roti Bluder
Sumber: 52 Resep Kue Populer Sedap via Widya's Cakes

Bahan:
400 gr tepung terigu protein tinggi
100 gr tepung terigu protein sedang (aku pakai protein rendah karena di rumah adanya itu :))
1 bungkus (11 gr) ragi instan (aku skip karena pakai dolce)
75 gr susu bubuk full cream (aku skip karena pakai dolce)
150 gr gula pasir
4 butir kuning telur
2 butir putih telur
25 ml susu evaporated
175 ml air es
100 gr mentega
1 sdt garam

Susu evaporated untuk olesan
Meises dan keju parut untuk isi (aku pakai choco chip dan keju parut)

Cara Membuat:
1. Campur jadi satu bahan kering (tepung terigu, ragi, susu bubuk dan gula) di dalam wadah, campur sampai rata
2. Masukkan telur, susu dan air sedikit demi sedikit sambil terus diuleni
3. Masukkan mentega dan garam, uleni sampai kalis dan tidak robek kalau adonan dibentangkan seperti kulit martabak
4. Bulatkan dan diamkan sampai mengembang selama 30 menit
5.  Kempiskan adonan untuk membuang gas-nya, kemudian timbang masing-masing 50 gr, bulatkan, istirahatkan 10 menit (aku timbang masing-masing 70 gr, makanya jadi bluder raksasa hehehe)
6. Gilas adonan kemudian isi dengan bahan isian, tutup rapat dan bulatkan kembali, taruh dalam cetakan muffin yang diolesi mentega atau paper cup, istirahatkan kembali selama 75 menit
7. Olesi dengan susu evaporated dan panggang dengan suhu 190 C selama 15 menit (aku panggang selama 15 menit suhu 200 C, tergantung oven masing-masing ya, kalau ovenku suhu tinggi sekitar 200 C temperaturnya)

Untuk pembuatan roti kali ini, aku memakai dolce sebanyak 8% dari jumlah tepung. Jumlah tepung yang aku gunakan sebanyak 250 gr maka dolcenya sebanyak 20 gr. Apabila menggunakan dolce, maka penggunaan ragi dan susu bubuk dihilangkan.

Postingan ini juga diikutsertakan untuk Masak Bareng Yuuk !!! Edisi Bluder








Wednesday, October 16, 2013

Cake Ketan Hitam

0 comments
Pas lebaran Idul Adha kemarin dibela-belain buat cake ketan hitam. Ibu mertuaku sudah pesan dari berbulan-bulan yang lalu minta dibuatin bolu hitam, hehehe ibu mertuaku memang bilangnya bolu hitam karena penampilannya mungkin ya yang hitam. Kalau suami kurang begitu suka dengan cake ini, karena terlalu berpasir jadi dia paling cuma makan sepotong saja.

Cake Ketan Hitam
Sumber: Cake Fever

Bahan:
250 gr tepung ketan hitam
200 gr gula pasir (saya pakai brown sugar)
200 gr minyak goreng (saya pakai campuran mentega dan margarin, dilelehkan)
6 butir telur
1/2 sdt garam (skip)
1/2 sdt vanili
2 sdm susu kental manis (saya pakai susu bubuk)

Cara Membuat:
1. Kocok telur dan gula hingga kental. Masukkan garam dan vanili, kocok rata. Masukkan susu kental manis, kocok rata.
2. Masukkan tepung ketan hitam dengan cara diayak ke dalam kocokan telur, aduk rata.
3. Masukkan minyak goreng, perlahan. Aduk balik sampai rata.
4. Masukkan adonan ke dalam loyang, panggang 30 menit suhu 180 C.

Resep ini bisa dibikin versi kukus maupun panggang. Kebetulan saya bikin yang versi panggangnya. Enak dinikmati pagi-pagi dengan teh hangat :)

Maaf ya fotonya seadanya, soalnya buru-buru dimasukkan ke wadah untuk bekal suami.




Kelas BKR: Pastry untuk Pemula

0 comments
Sebenarnya ikut kelas BKR ini udah lama banget kira-kira dua mingguan yang lalu. Baru sempat didokumentasikan di blog karena baru pindah rumah kemudian kerjaan freelance lagi menyita waktu. 

Apa sih BKR itu? BKR itu singkatan dari Bakul Kue Rumahan, salah satu grup di facebook yang saya ikuti, pendirinya teh Nenis. Begitu tahu BKR mau mengadakan kursus untuk membuat pastry, saya langsung daftar, soalnya saya sukaaa bangeettt makan croissant, nah niatnya setelah kursus jadi bisa bikin croissant sendiri, tapi sampai sekarang belum praktek-praktek lagi hehehe.

Di kelas BKR ini, kami diajarkan membuat pastry sendiri dengan metode single fold. Dari satu adonan dasar pastry bisa digunakan untuk zuppa soup, croissant, dan danish. Oh ya pengajarnya Pak Sahak dan ada tim BKR juga. Pesertanya sekitar 25 orang, kelas dimulai dari jam 10 pagi sampai jam 3 sore. Setelah itu peserta dibagi ke dalam empat kelompok, satu kelompok terdiri dari empat - lima orang. Semua bahan untuk membuat pastry kami timbang sendiri, diajarkan cara menguleni dan membentuknya. Pertama kami diajarkan cara membuat soup untuk zuppa soup. Supaya kulit zuppa soup mengembang dengan bagus ada beberapa tips dari pak Sahak, antara lain:
1. Soup harus benar-benar dingin sebelum ditutup dengan kulit pastry
2. Ukuran kulit pastry sebaiknya lebih besar dari ukuran cup/ wadah soup supaya kulit pastry tidak terlepas atau masuk ke dalam

Setelah membuat soup, kami membuat kulit pastry, ternyata pegel tangannya karena harus bolak balik menggilas adonan. Jadi adonan pastry-nya itu dilipat sebanyak tiga kali, maksimal empat kali. Kalau dilipat lebih dari empat kali nanti lapisannya tidak terbentuk dengan bagus dan tidak bisa mengembang.

Beberapa video yang sempat saya ambil, di video ini dijelaskan bagaimana cara membentuk croissant dan danish.

video


 I had so much fun in that class :) Nanti ya saya sharing resep yang diajarkan di kelas, soalnya kertas resepnya ketinggalan di rumah.







Monday, September 23, 2013

Puding Tahu Cokelat

0 comments
Cuma bisa bilang nyummm...enak banget puding yang satu ini, cara buatnya gampang dan cepat. Aku sama suami berebutan buat ngabisin, tahunya juga ga berasa, ketutup sama coklat.




Puding Tahu Cokelat (Tofu Chocolate Mousse)
Sumber: Urban Cook

Bahan:

3/4 cup dark cooking chocolate, cincang
336 gr tahu sutra
1/2 cup susu cair
Coklat chip secukupnya untuk hiasan

Cara Membuat:

1. Lelehkan coklat dengan cara ditim
2. Panaskan susu hingga hangat
3. Haluskan tahu, lelehan coklat, dan susu hangat hingga benar-benar halus dengan blender. Masukkan ke dalam cetakan agar atau cup puding
4. Dinginkan sekitar 30 menit, setelah dingin beri hiasa coklat chip diatasnya

Oh ya resep ini sekalian mau di-submit untuk event Chocolate Week's NCC




Monday, September 9, 2013

Ba...Ba...Ba...Banana...

2 comments
Minggu kemarin mabuk pisang, bikin banana bread sampai 3 loyang. Untung bikinnya simpel, ga usah keluarin mixer tinggal aduk-aduk aja :) Banana Bread yang ini beda sama Banana Cake yang pernah aku buat, teksturnya lebih padat dan lebih mengenyangkan karena Banana Bread yang ini metode pembuatannya sama seperti buat muffin.

Awalnya sempat takut, jadi ga ya...soalnya ngembangnya lamaa bangettt dan adonannya tuh kental, bahkan sempat bilang sama suami "Hon, kira-kira bisa ngembang ga ya?" eh alhamdulillah berhasil juga. Rasanya juga enak, cuma choco chip nya kuranggg banyaakk. Suami aja sampai habis 3 potong sendiri ^-^ Nih sisa Banana Bread-nya kemarin sore, kalau pagi ini sih uda ludes...des...des...ga bersisa


Banana Bread
Sumber: Ricke Ordinary Kitchen

Bahan:
230 gr tepung terigu serba guna
100 gr gula pasir
30 gr gula aren bubuk (aku pakai 130 gr brown sugar)
1 sdt baking powder
1/4 sdt soda kue (ga pakai)
1/4 sdt garam (ga pakai)
2 butir telur ukuran besar, kocok lepas
113 gr mentega (aku pakai mixed mentega & margarin)
3 buah pisang ambon, hancurkan dengan garpu
1 sdt vanilla extract (ga pakai)

Garnish
Irisan pisang (aku pakai keju parut dan choco chip)

Cara Membuat:
1. Panaskan oven suhu 180 C, siapkan loyang loaf, olesi dasar dan sisinya dengan mentega, taburi sedikit tepung terigu. Sisihkan.
2. Dalam sebuah mangkok/ baskom yang agak besar, aduk dan ayak terigu, baking powder, soda kue, dan garam. Masukkan gula pasir dan gula aren bubuk. Campur rata. Sisihkan.
3. Dalam mangkok lain, campur pisang, telur, mentega leleh dan vanilla. Aduk rata. Masukkan ke dalam campuran tepung dan aduk perlahan dengan spatula karet. Aduk cukup hanya sampai tercampur rata saja, tidak usah sampai lembut dan halus.
4. Tuang ke dalam loyang, tata irisan pisang di atasnya (aku kasih keju parut dan choco chip). Panggang dalam oven selama 60 menit (aku panggang selama 40 menit dengan api bawah, 10 menit terakhir api atas bawah, suhunya 180 C).

Untuk Banana Bread ini tidak boleh diaduk berlebihan / Over Mix, cukup diaduk sampai bahan bercampur semua, biarkan adonan kental dan masih bergerindil.

Oh ya, Banana Bread ini juga dipesan sama temanku "Niek & Arnold". Terima kasih ya untuk pemesanannya ^_^

Thursday, August 29, 2013

Puding Wortel

0 comments
Puding yang satu ini enak, mengenyangkan, dan sehat. Buat yang lagi diet ataupun yang vegan bisa nyoba bikin kok. Cara buatnya juga mudah. Saya selama ini selalu takut kalau mau bikin puding, takut gagal, apalagi kalau jenisnya puding busa. Puding ini juga bisa buat mengakali anak atau suami yang kurang suka sama sayuran (suami saya termasuk nih, kalau disuruh makan sayur ampun deh....susah banget). Makanya begitu baca resepnya langsung tertarik bikin.



Puding Wortel

Bahan:
7 gr atau 1 bungkus agar-agar bubuk putih/ plain
125 gr wortel, kupas, potong-potong kecil (saya pakai sekitar 3 wortel ukuran sedang)
250 ml susu cair (saya pakai susu kacang)
350 ml air
100 gr gula pasir
1 sdm air lemon (tambahan dari saya)

Cara Membuat:
1. Blender wortel bersama air, hingga halus dan lembut.
2. Tuang ke dalam panci, tambahkan air lemon susu cair, gula, dan agar-agar bubuk. Aduk hingga rata dan masak hingga mendidih.
3. Setelah mendidih jangan segera diangkat, masak terus sambil diaduk-aduk beberapa saat supaya wortel benar-benar matang dan tidak langu.
4. Angkat dan tuang agar-agar ke dalam cetakan yang telah dibasahi air sebelumnya. Biarkan hingga dingin dan mengeras.

Tambahan air lemon tidak merubah rasa pudingnya kok, itu cuma untuk mengurangi bau langu dari wortelnya. Alhamdulillah suami suka, walau awal makan dia ngomong "ini puding apa? kok berserat banget?" pas dikasih tahu kalau yang dimakan puding wortel, dia bilang "oh...enak juga ya" hehehe berhasillll ^_^



Powered by Blogger.
 

My Weekend Kitchen Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template